Kunjungi City Of Randang, Gubernur Jawa Barat Disambut Hangat Teman Kuliahnya Riza Falepi, Berbagi Kiat Kuat Di Tengah Pandemi

0
534
loading...

Payakumbuh, tipikal.com — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil datang ke Kota Payakumbuh dalam rangka menjadi pembicara dalam kegiatan bincang santai dengan tema “Progresifitas Ekonomi Bagi Kalangan Milenial Di Masa Pandemi dan Era Teknologi Industri 4.0” yang diinisiasi oleh Balai Wartawan Luak Limo Puluah, digelar di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam, Selasa (30/03).

Kang Emil, begitu panggilan akrab Gubernur Jabar itu datang dengan mengendarai sepeda motor dari Kota Padang bersama rombongan ADPMET dan Gubernuran Jabar disambut Wali Kota Riza Falepi, Bupati Safaruddin, Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Deni Asra, pejabat OPD, dan Ketua Balai Wartawan (BW) Luak Limo Puluah Arfidel Ilham beserta pengurus dan anggota, serta Owner Tangkelek Khalid.

Ketua BW Arfidel Ilham menyampaikan kedatangan orang nomor satu di Jawa Barat itu ke Sumbar diundang khusus sebagai narasumber mewakili Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas Dan Energi Terbarukan (ADPMET) dalam rangka musyawarah nasional BEM seluruh Indonesia ke-15 di Universitas Andalas, Padang.

“Karena kebetulan berada di Sumbar, maka diundanglah Kang Emil ke Payakumbuh untuk berdiskusi santai bersama wartawan di Luak Limo Puluah, kebetulan Kang Emil merupakan sahabat dekat Wali Kota Riza Falepi semasa kuliah di ITB,” ujarnya didampingi Rino Chandra dan Aking.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi menyebut dirinya dan Kang Emil berbeda satu tahun saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridwan Kamil di Arsitek, Riza di Elektro. Riza juga menyerahkan oleh-oleh randang yang diproduksi Koperasi Sentra Payo brand Ikosero di Sentra IKM Randang Payakumbuh kepada Kang Emil.

“Luar biasa acaranya ini digelar secara spontan saja, terimakasih kepada Balai Wartawan. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kang Emil yang berkenan datang ke Payakumbuh, kota kecil ini, bahkan kesini naik motor, effort nya luar biasa. Kedatangan Kang Emil saat ini semoga menjadi penyambung awal untuk silaturahmi kedepannya,” kata Riza.

Dihadapan orang nomor satu di bumi Pasundan itu, Riza juga memaparkan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota adalah dua daerah yang tidak bisa dipisahkan, kearifan lokal yang kuat, walaupun administrasinya berbeda, namun masyarakat menyatu lebih kuat, bahkan peristiwa besar sejarah perjuangan bangsa komplit di sini.

Dari sisi Ridwan Kamil, menyampaikan dengan kadatangannya ke Payakumbuh, terpenuhilah sebuah janji yang sudah lama dengan Riza Falepi sejak menjadi wali kota. Baru kali ini dia bisa datang langsung untuk bersilaturahmi.

“Kebetulan pula dengan kedatangan kita ke Pulau Sumatra dalam rangka memperjuangkan keadilan energi dan ladang minyak Pertamina. Mengembalikan lahan-lahan kecil kepada hak pemerintah daerah,” kata Kang Emil.

Kang Emil menyebut kalau Covid-19 mengajarkan bahwasanya menjaga jarak itu penting, perjalanan yang menjaga jarak adalah dengan naik motor. Dengan beroda dua, bisa berhenti kapan saja, ada pemandangan indah sepanjang perjalanan di Sumatra Barat yang dinikmati oleh Kang Emil.

“Jangan kaget dengan ujian dari Allah, Covid-19 adalah ujian yang harus kita hadapi sama-sama. Selain banyak yang jago digital selama Covid-19, bahkan jumlah orang baik dan peduli juga naik, inilah hikmah dari pandemi,” ulasnya.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan dulu orang bisa tinggal, bekerja, dan bermain di tempat yang berbeda, sekarang hanya bisa dilakukan dari satu tempat. Dulu di kota ada budaya bersentuhan, sekarang hilang oleh budaya baru, salam Covid-19.

“Mudah-mudahan kita bisa beradaptasi dengan hal baru, anak-anak muda kita produktif dengan hal baru,” tukuknya.

Menurut Emil, semua aspek menurun dihantam Covid-19, namun ekonomi pangan dan ekonomi digital tumbuh naik secara signifikan. Dicontohkannya, orang-orang boleh menunda beli kebutuhan pakaian, tapi kebutuhan makan tidak.

“Orang tidak bisa kemana-mana kecuali berdagang online. Kami di Jawa Barat saat ini mendorong bagaiamna anak-anak muda agar suka menjadi petani. Mengubah citra petani yang tidak dianggap keren menjadi petani milenial dengan menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Setelah itu, Emil memaparkan kiat-kiat apa yang bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini dari berbagai aspek. Kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi hangat bersama wartawan dan para hadirin. (tpk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here