Lima Puluh Kota | tipikal.com — Di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, mendorong kembali semangat gotong royong sebagai solusi nyata percepatan perbaikan infrastruktur jalan pascabencana.
Semangat itu terlihat di Jorong Tanjuang Bungo, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, saat masyarakat bersama Wali Nagari Situjuah Gadang Alfis Dt. Rajo Putiah, Damkar, serta BPBD Lima Puluh Kota bergotong royong membersihkan badan jalan yang terputus akibat longsor, Senin, (06/4/2026).
Saat meninjau kegiatan tersebut, Bupati Safni menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan anggaran.
“Ketika anggaran terbatas, bukan berarti kita berhenti. Justru di sinilah jati diri kita diuji. Gotong royong adalah kekuatan yang tidak pernah habis, selama masyarakat masih peduli dan mau bergerak bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah tetap hadir sebagai penggerak sekaligus fasilitator agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
Ia menjelaskan, dukungan berupa material dasar, penyediaan alat berat pada titik-titik prioritas, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah terus dilakukan untuk memperkuat upaya perbaikan infrastruktur tersebut.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Namun ketika masyarakat ikut bergerak, pekerjaan berat menjadi ringan. Inilah yang kita lihat hari ini, semangat yang tidak bisa dibeli dengan anggaran,” tambahnya.
Bupati Safni juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Situjuah Gadang yang dinilainya menunjukkan kepedulian dan ketangguhan dalam menghadapi dampak bencana.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Situjuah Gadang. Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti bahwa kita daerah yang kuat, yang tidak hanya menunggu bantuan datang, tetapi mampu bangkit dengan kekuatan sendiri,” katanya.
Di tengah kegiatan gotong royong itu, masyarakat mengaku perbaikan jalan yang dilakukan bersama sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Sebelumnya jalan ini sulit dilalui, apalagi kalau hujan. Sekarang kami bersama-sama memperbaikinya. Walaupun sederhana, tapi sudah sangat membantu aktivitas kami,” ujar Elda, salah seorang warga.
Warga lainnya juga menilai keterlibatan langsung dalam perbaikan jalan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang digunakan bersama.
“Kalau dikerjakan bersama, kami jadi lebih peduli. Jalan ini kami pakai setiap hari, jadi sudah seharusnya kami juga ikut menjaganya,” tuturnya. (tpk)






