Wali Kota Payakumbuh Lantik Tim Pembina Posyandu dan Launching Posyandu Enam SPM

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melantik Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh, Pengurus Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Tim Penggerak PKK, serta TP Posyandu Kecamatan se-Kota Payakumbuh di Aula Josrizal Zein, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis, (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Zulmaeta menyampaikan bahwa pelantikan TP Posyandu Kota Payakumbuh periode 2025–2029 serta launching Posyandu Enam SPM merupakan langkah maju dalam memperluas dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang melalui enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Kami berharap Tim Pembina mampu mendorong inovasi pelayanan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, serta menjadi motor penggerak partisipasi aktif masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Launching Posyandu Enam Bidang SPM dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong serta penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung Pekan Posyandu dengan tema “Posyandu Hebat, Keluarga Kuat, Sumatera Barat Sehat.”

Menurut Zulmaeta, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen dan cita-cita bersama untuk mewujudkan masyarakat Payakumbuh yang lebih sehat dan berkualitas.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti peran strategis P2TP2A sebagai garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak. Berdasarkan data tahun 2025, P2TP2A Kota Payakumbuh telah menangani 33 kasus anak dan 24 kasus perempuan, dengan kasus terbanyak berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), diikuti kekerasan seksual dan penelantaran.

Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan kita,” katanya.

Menutup arahannya, Zulmaeta menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan guna meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berbasis keluarga.

Kolaborasi lintas sektor serta peran aktif seluruh pengurus sangat penting agar tugas dan fungsi dapat dijalankan secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Payakumbuh yang juga menjabat sebagai Ketua TP Posyandu dan Ketua P2TP2A Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan berbasis masyarakat sekaligus menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan layanan dasar.

Keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong penguatan Posyandu melalui transformasi layanan terpadu sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal atau Posyandu Enam SPM.

Dengan pendekatan ini, Posyandu tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat layanan dasar masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Eni juga menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan data tahun 2025.

Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan ketahanan keluarga. Kita tidak boleh lengah,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh kader dan pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi dan inovasi serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Payakumbuh.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal penguatan sinergi. Dengan Posyandu yang hebat dan keluarga yang kuat, kita optimis Payakumbuh akan semakin sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Payakumbuh Kerahkan 350 Personel dan Ratusan Alat Hadapi Bencana dan Gangguan Kamtibmas
Pasar Ibuh Blok Barat Disiapkan Naik Kelas, Pemko Payakumbuh Matangkan Konsep Pembangunan
Payakumbuh Gelontorkan 420 Ton Beras, Zulmaeta Kawal Agar Tepat Sasaran
Tujuh Fraksi DPRD Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Payakumbuh Naik Rp138,83 Miliar
Wali Kota Payakumbuh Tegaskan PPPK Jangan Terjebak Rutinitas: Yang Dilihat Adalah Hasilnya
Tak Cukup Sekedar Selesai, Zulmaeta Perketat Pengawasan Proyek Pemko, Berkualitas dan Bebas Pungli
25 Kader Terbaik Payakumbuh Dilepas ke Jambore PKK Sumbar, Zulmaeta: Tampil Kreatif dan Bawa Nama Daerah
Semarak Pawai HUT RI di Payakumbuh, 113 Kontingen Unjuk Kreativitas

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:37 WIB

Payakumbuh Kerahkan 350 Personel dan Ratusan Alat Hadapi Bencana dan Gangguan Kamtibmas

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

Pasar Ibuh Blok Barat Disiapkan Naik Kelas, Pemko Payakumbuh Matangkan Konsep Pembangunan

Kamis, 3 September 2026 - 01:20 WIB

Tujuh Fraksi DPRD Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Payakumbuh Naik Rp138,83 Miliar

Rabu, 2 September 2026 - 19:27 WIB

Wali Kota Payakumbuh Tegaskan PPPK Jangan Terjebak Rutinitas: Yang Dilihat Adalah Hasilnya

Rabu, 2 September 2026 - 10:13 WIB

Tak Cukup Sekedar Selesai, Zulmaeta Perketat Pengawasan Proyek Pemko, Berkualitas dan Bebas Pungli

Berita Terbaru

Opini

INDUSTRIALISASI OLAHRAGA

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:52 WIB