Lima Puluh Kota | tipikal.com — Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes, meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa, (6/01/2025).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat bencana berjalan optimal, termasuk percepatan pembangunan huntara yang diperuntukkan bagi warga terdampak dengan kategori kerusakan rumah berat.
Dalam keterangannya, Rustian mengapresiasi kinerja seluruh personel di lapangan. Ia menilai proses penanganan darurat hingga pembangunan huntara berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Kita minta pengerjaan terus dipacu agar huntara ini bisa rampung sebelum bulan Ramadan. Bahkan jika memungkinkan, dua minggu ke depan sudah bisa ditempati masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menyampaikan bahwa huntara yang dibangun di Nagari Koto Tinggi tersebut direncanakan untuk 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana.
“Saat ini progres pembangunan sudah hampir 30 persen. Kita optimistis bisa diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Safni.
Sementara itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menjelaskan bahwa lokasi huntara seluas 1 hektare merupakan lahan hibah dari masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan lahan seluas sekitar 6,5 hektare di lokasi yang tidak jauh dari kawasan huntara untuk pembangunan hunian tetap (huntap).
“Dengan ketersediaan lahan yang lebih luas, ke depan kita dapat membangun fasilitas umum dan prasarana sosial seperti sekolah dasar dan masjid,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyerahan lahan dilakukan atas nama masyarakat melalui perantaraan Wali Nagari dan Camat yang dinilai sangat proaktif dalam mendukung percepatan penanganan pascabencana.
“Kita berharap seluruh proses ini dapat selesai sebelum Ramadan agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.
Ke depan, kawasan huntara ini direncanakan akan terintegrasi dengan kawasan huntap. Bangunan huntara nantinya dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung rumah permanen, seperti dapur.
Usai meninjau pembangunan huntara, Sekretaris Utama BNPB bersama Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota juga meninjau lokasi calon huntap dengan menggunakan sepeda motor. (tpk)






