Lima Puluh Kota | tipikal.com – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menargetkan penanaman 2 juta batang kakao pada tahun 2026 sebagai upaya mengembalikan kejayaan komoditas unggulan daerah tersebut.
Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan yang mengalokasikan bantuan bibit kakao hibrida.
Selain itu, penyediaan bibit juga melibatkan pihak lokal, yakni CV Hadistira Jaya Kencana di Nagari Piobang yang ditunjuk sebagai penyuplai bibit jenis TSH-858 dan ICS-60.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, mengatakan program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan.
“Kakao pernah menjadi primadona ekonomi masyarakat. Kini kita berupaya mengembalikannya dengan sistem yang lebih baik dan skala yang lebih besar,” ujarnya Rabu, (08/4/2026).
Menurutnya, program ini juga didukung penuh oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Pemkab tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga menyiapkan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya, hingga penanganan pascapanen.
Kepala Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan, Witra Porsepwandi, menyebutkan bahwa kesiapan lahan telah melalui kajian teknis berdasarkan kesesuaian agroklimat seperti kondisi tanah, curah hujan, dan aksesibilitas.
Program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung dengan melibatkan masyarakat dalam proses pembibitan hingga distribusi, khususnya di Nagari Piobang.
Para petani pun menyambut positif rencana tersebut. Mereka berharap pengembangan kakao dapat menjadi sumber pendapatan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (tpk)






