Mengenang Peristiwa PDRI 74 Tahun Silam

- Jurnalis

Selasa, 10 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota | tipikal.com — 74 tahun silam, tepatnya 10 Januari 1949 di Titian Dalam, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh. Terjadi peristiwa berdarah dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sembilan pejuang harus gugur melawan kejamnya tentara Belanda saat melancarkan agresinya di masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berpusat di Koto Tinggi.

Kesembilan pejuang, yakni Syarif MP, Engku Kayo Zakaria, Dirin, Nuin, Radian, Manus, Nyik Ali, Abas dan Mak Dirin, semuanya gugur ditembaki Kompeni.

Perlawanan sengit hingga pengerusakan jembatan diberikan untuk memperlambat mobilisasi pasukan Belanda ke Koto Tinggi. Semuanya dilakukan agar PDRI tidak bisa dilemahkan dan keutuhan NKRI tetap terjaga.

Untuk mengenang kembali peristiwa heroik yang terjadi 74 tahun silam itu, dilaksanakan upacara yang dipimpin langsung Sekda Widya Putra di Nagari Pandam Gadang.

Dengan tema ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya’ diharapkan bisa memompa semangat generasi muda.

Peringatan itu, menjadi salah satu mata rantai perjuangan pada PDRI. Juga tak bisa dilepaskan dari rangkaian peringatan Hari Bela Negara setiap tahunnya di Lima Puluh Kota.

Dibayangi cuaca mendung, Sekda Widya Putra menyampaikan, kegiatan ini merupakan sarana bagi masyarakat dalam mengingat kembali nilai luhur sejarah perjuangan bangsa, yang mana nilai tersebut sudah mulai luntur sejalan dengan perkembangan zaman dan globalisasi.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan peristiwa Titian Dalam merupakan bukti eksistensi pejuang dalam mengisi kekosongan dan mempertahankan NKRI dari ancaman Belanda pada agresi militer jilid II yang dilakukannya di Indonesia.

“Dengan mengenang dan mengingat kembali peristiwa gugurnya 9 syuhada yang dilaksanakan hari ini, dapat jadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan mereka,” katanya Selasa (10/01/23) usai tabur bunga.

Ia mengatakan, peristiwa-peristiwa penting PDRI yang terjadi di Lima Puluh Kota harus konsisten diperingati setiap tahunnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sekda, ada 7 peristiwa bersejarah saat berjalannya PDRI sesuai dengan Perbup nomor 41 tahun 2018, diantaranya pada 19 Desember diperingati sebagai konsolidasi Komando, kemudian tanggal 22 Desember sebagai pengumuman kabinet PDRI, selanjutnya 10 Januari gugurnya 9 syuhada di Pandam Gadang serta peristiwa Situjuah yang diperingati setiap tanggal 15 Januari.

Kemudian, pada 10 Juni juga diperingati sebagai peristiwa Koto Tuo, Harau Lautan Api, lalu pada tanggal 6 dan 7 Juli diperingati sebagai peristiwa perundingan antara Pemerintah RI dengan pemimpin PDRI dan peristiwa rapat umum pimpinan PDRI dengan masyarakat di Nagari VII Koto Talago.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Pandam Gadang yang telah bersemangat dan berjuang dalam memeriahkan peringatan gugurnya 9 syuhada yang gugur 74 tahun lalu.

“Ini menandakan masyarakat begitu menghargai para syuhada yang telah mengorbankan jiwanya demi keberlangsungan NKRI,” ungkap Deni Asra.

Melalui peringatan gugurnya sembilan syuhada, Ia berharap, keinginan masyarakat yang dikemukakan oleh tokoh masyarakat Khairul Apit dan Wali Nagari Pandam Gadang terhadap pembangunan monumen dan memperhatikan pendidikan anak cucu para syuhada dapat terealisasi secepatnya sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Daerah terhadap pengorbanan para pejuang tersebut.

“Saya berharap segenap komponen masyarakat agar memaknai peristiwa berdarah pada 10 Januari 1949. Terutama untuk membangkitkan motivasi serta berkolaborasi dalam membangun Lima Puluh Kota,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Permintaan Data Publik Terkendala, Wartawan Hadapi Prosedur Berbelit di Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota
Terkait Pengadaan Obat, Wartawan Diblokir, Apa yang Disembunyikan Pejabat Dinkes?
Fraksi Golkar Setuju APBD 2026 Disahkan, Tapi Beri Peringatan Keras Soal Risiko Gagal Bayar
Desainer Lima Puluh Kota Tampilkan Tenun Kubang di Indonesia International Modest Fashion Festival 2025
Waka Polres 50 Kota Tinjau Sentra Produksi Pangan Gizi Kemala Bhayangkari
Polres 50 Kota Tangkap Pelaku Curanmor dalam Operasi Jaran Singgalang 2025
Tim Pusat Nilai Sembilan Tatanan KKS di Kabupaten Lima Puluh Kota
Diskominfo Lima Puluh Kota Ikuti Coaching Clinic Keamanan Siber dari BSSN

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 00:12 WIB

Permintaan Data Publik Terkendala, Wartawan Hadapi Prosedur Berbelit di Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota

Rabu, 19 November 2025 - 08:29 WIB

Terkait Pengadaan Obat, Wartawan Diblokir, Apa yang Disembunyikan Pejabat Dinkes?

Rabu, 19 November 2025 - 07:02 WIB

Fraksi Golkar Setuju APBD 2026 Disahkan, Tapi Beri Peringatan Keras Soal Risiko Gagal Bayar

Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:04 WIB

Desainer Lima Puluh Kota Tampilkan Tenun Kubang di Indonesia International Modest Fashion Festival 2025

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:42 WIB

Waka Polres 50 Kota Tinjau Sentra Produksi Pangan Gizi Kemala Bhayangkari

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Menteri PU Pastikan Dukungan Penuh Revitalisasi Pasar Payakumbuh

Rabu, 28 Jan 2026 - 00:09 WIB

Wali Kota Payakumbuh

Zulmaeta Terima UHC Awards 2026, Pemko Payakumbuh Jaga Keberlanjutan UHC

Selasa, 27 Jan 2026 - 08:54 WIB

Bupati Lima Puluh Kota

Akselerasi Pembangunan Daerah, 51 Pejabat Pemkab Lima Puluh Kota Resmi Dilantik

Selasa, 20 Jan 2026 - 05:38 WIB