Kadis Ketapang Kota Payakumbuh Sebut Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

0
120
loading...

Payakumbuh, tipikal.com — Masyarakat Kota Payakumbuh tidak perlu khawatir dengan harga bahan pokok di pasaran sebab masih terbilang normal meskipun ada kenaikan harga di beberapa jenis bahan pokok saja.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan bahan pokok yang mengalami kenaikkan seperti cabai, bawang merah dan bawang putih masih relatif aman sebab diharga saat ini tidak memberikan dampak untuk petani, pedagang maupun pembeli.

“Kenaikkan di beberapa bahan pokok masih terbilang aman dan normal,” kata Kadis Ketahanan Pangan Edvidel Arda kepada media di ruang kerjanya, Kamis (25/02) sore.

Untuk harga cabai merah sendiri di pasar pada Kamis (25/02) dijual dengan harga 36.000 rupiah untuk satu kilogram. Harga ini naik 2.000 rupiah jika dibandingkan dengan Rabu (24/02).

Sedangkan untuk satu kilogram bawang merah saat ini dijual dengan harga 34.000 rupiah dan naik 4.000 rupiah dari rabu kemaren sementara harga bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 1.000 rupiah, dimana saat ini dijual 27.000 rupiah per-kilogramnya.

Sementara untuk harga bahan pokok lainnya masih sama, daging sapi 120.000 rupiah per kilogram, beras KW I 12.000 rupiah per kilogram, berad KW II 11.000 rupiah perkilonya, daging ayam 26.000 rupiah per kilogram, telur ayam 1.450 rupiah per butirnya, gula pasir 13.000 rupiah untuk satu kilogramnya.

Selanjutnya, minyak goreng curah dijual 13.000 rupiah satu kilogram, tepung terigu 7.500 rupiah per kilogram, kacang kedelai 11.000 rupiah untuk satu kilogramnya dan Jagung 5.000 rupiah per kilogram.

Edvidel menyebut bencana yang banyak terjadi di Jawa hingga saat ini memang belum memberikan dampak kepada harga bahan pokok khususnya di Kota Payakumbuh. Bahan pokok di Kota Payakumbuh yang juga ditopang dari daerah Jawa adalah bawang merah.

“Mudah-mudahan kedepannya pasokan dari daerah jawa ini masih aman sehingga harga bahan pokok kita di Payakumbuh terus stabil dan tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (rm)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here