Payakumbuh | tipikal.com — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menerima kunjungan rombongan ninik mamak dari Lamposi Tigo Nagori (Latina) di ruang kerjanya di lantai II Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kamis, (12/3/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para pemangku adat di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nofriwandi, Kepala BKD Andri Narwan, Kepala Disparpora Yunida Fatwa beserta jajaran, serta Camat Lamposi Tigo Nagori Atemugiarae.
Wali Kota Zulmaeta mengatakan, pertemuan dengan ninik mamak Lamposi Tigo Nagori merupakan langkah penting dalam membangun komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan unsur adat.
Menurutnya, ninik mamak memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, termasuk dalam menjaga nilai-nilai adat sekaligus mendukung arah pembangunan daerah.
“Peran ninik mamak dalam pembangunan daerah ini sangat penting dan krusial. Karena itu kami berharap dukungan serta keterlibatan aktif para tetua adat dalam setiap proses pembangunan di Kota Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Ia menegaskan, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku adat merupakan kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dengan kelestarian nilai-nilai tradisi.
“Kita ingin pembangunan di Payakumbuh tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tetap berlandaskan adat dan budaya. Ninik mamak adalah tonggak dalam menjaga nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak para ninik mamak untuk terus menggerakkan peran generasi muda, khususnya para kemenakan, agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman serta ikut terlibat dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan Kota Payakumbuh sehingga perlu dibimbing dan diarahkan sejak dini oleh para pemangku adat di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap ninik mamak dapat terus membimbing dan mengajak para kemenakan agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda harus dilibatkan sejak sekarang agar mereka menjadi bagian dari pembangunan Kota Payakumbuh ke depan,” katanya.
Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga dan mengayomi para kemenakan agar tidak terjerumus dalam berbagai bentuk pergaulan negatif, terutama penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan perhatian bersama, termasuk dari para tokoh adat yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat.
“Kami juga berharap ninik mamak dapat terus mengayomi dan membimbing para kemenakan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan yang merusak masa depan. Peran ninik mamak sangat besar dalam mengarahkan generasi muda agar tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Lamposi Tigo Nagori Atemugiarae menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Payakumbuh dalam melibatkan ninik mamak dalam berbagai program pembangunan daerah.
Ia mengatakan, keterlibatan ninik mamak merupakan bagian dari nilai-nilai yang telah lama hidup dalam budaya Minangkabau, di mana pemangku adat memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, ninik mamak, dan masyarakat, pelaksanaan program pembangunan akan berjalan lebih efektif serta mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat.
“Kami di Kecamatan Latina tentu sangat mendukung arahan dan ajakan dari Bapak Wali Kota. Ninik mamak memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, sehingga keterlibatan mereka akan sangat membantu dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan siap menjembatani komunikasi antara pemerintah kota dengan para pemangku adat di wilayah Lamposi Tigo Nagori.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ninik mamak, dan masyarakat, kami yakin pembangunan di Payakumbuh dapat berjalan lebih baik serta tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau,” pungkas Atemugiarae. (tpk)






