Pandemi Covid-19

0
349
loading...

Eric Toner ilmuwan dari Johns Hopkins Center for Health Security tiga bulan lalu sudah memperkirakan Virus Corona (2019-nCoV) ini akan menyebabkan epidemi baru. Namun saat itu belum dianggap wabah oleh China. Padahal epidemi ini sudah dilaporkan melanda Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Singapura, dan Arab Saudi. Makanya bila awal januari orang ribut soal Virus Corona dan sikap China baru baru ini yang sangat pragmatis mengisolasi penduduk Wuhan, dia tidak begitu terkejut. Sebetulnya tahun 2000an Virus semacam ini sudah pernah melanda China dengan korban meninggal 774 orang dan terjangkit 8000 orang. Saat sekarang virus corona sudah menewaskan 18 orang dan yang terinfeksi sebanyak 630 orang.
Virus corona merupakan virus yang kerap menginfeksi hewan. Namun, virus itu lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Orang yang terinfeksi Virus corona ditandai awalnya dengan gejala mirip pneumonia atau pilek, batuk. Kemudian berlanjut kepada terjangkitnya sindrom pernafasan akut. Menurut simulasi Toner dalam enam bulan ke depan hampir setiap negara di dunia akan terkena wabah ini. Mengapa? Karena virus ini tidak langsung mematikan. Virus itu membutuhkan waktu lama untuk berkembang dari gejala awal. Orang tidak curiga. Seperti filek biasa. Tetapi dengan cara itu penyebaran terjadi. Dalam 18 bulan, diperkirakan 65 juta orang bisa mati karena virus ini.

Berbeda dengan Virus SARS yang pernah melanda Hong Kong. Itu mudah terdeteksi dan cepat diantisipasi dengan vaksin. Namun Virus Corona dalam simulasi Toner akan tahan terhadap vaksin modern apa pun. Namun pemerintah China sudah mengumumkan bahwa mereka sudah menemukan Vaksin untuk virus corona. Namun proses uji coba dan lisensi butuh waktu. Proses produksinya tentu tidak langsung bisa dilakukan. Pendistribusian obatpun butuh waktu. Nah selama itu virus terus menyebar lewat udara. Itu sebabnya, pemerintah China menutup kota Wuhan dari dunia luar. Itu dengan maksud menghindari penyebaran lebih luas.

Saya tidak terlalu kawatir berlebihan terhadap wabah Virus Corona ini. Karena wabah yang pernah melanda bumi ini bukan hanya Corona. Tetapi sebelumnya udah ada Flu Burung, Flue Babi, Cacar monyet, SARS, Ebola. Cerita tentang wabah dari media massa, tidak seburuk yang dibayangkan. Nyatanya sampai sekarang manusia baik baik saja. Yang kaya raya setelah wabah itu adalah industri Pharmasi yang menjual vaksin. Kematian bisa karena apa saja. Penyakit itu hanya penyebab, namun kematian itu pasti. Yang pasti dengan adanya kasus Virus Cornona ini ekonomi dunia jadi guncang. Pasar saham Hong Kong turun 2,8%. Diperkirakan dampak psikologi terhadap ekonomi dunia, bursa saham akan turun 20% hingga 40%, dan produk domestik bruto global anjlok 11%. Nah saat itulah bandar akan borong saham blue chip dan menjualnya kembali setelah vaksin ditemukan dan corona tidak lagi dianggap wabah. Tentu dengan laba tak terbilang.

Kalau baca berita media massa sangat mengerikan tentang virus corona. Apalagi berita sosial media. Tapi memang kalau sudah menyangkut penyakit, China sangat sensitif sekali. Dulu pernah di Hong Kong kena wabah virus SARS. Salah satu orang asing meninggal karena virus SARS. Hotel tempat menginap turis di kawasan Wanchai langsung di isolasi oleh pemerintah. Bukan hanya hotelnya ditutup tetapi dalam radius tertentu orang tidak boleh mendekati hotel itu sampai ada izin dari pemerintah. Tahun 2013 ada orang china meninggal karena virus AIDS. Apa yang terjadi? semua tempat prostitusi ditutup dengan operasi melibatkan tentara segala. Benar benar lebai. Akibatnya sekarang sangat sulit mendapatkan tempat prostitusi di China.

Perhatian dan rasa tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat sangat besar sekali. Beberapa tahun lalu, saya pernah di China waktu musim dingin kena sinus. Badan saya panas. Ketika keluar gate imigrasi Louhu, detektor yang diarahkan ke saya mengeluarkan sinyal. Entah mengapa dalam hitungan detik, berdatangan petugas mengepung saya. Mereka membawa saya ke klinik khusus yang ada di stasiun. Dengan teiliti mereka periksa saya. Hasilnya ternyata bukan virus SARS tetapi sinus. Mereka izinkan saya keluar gate.

Dalam hal virus corona, terkonfirmasi korban jiwa tidak ada artinya dibandingkan dengan 1,4 miliar penduduk China. Sebagian besar kasus kematian terkonfirmasi terjadi di China, namun hingga saat ini virus juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, Amerika Serikat, Australia, dan bahkan di Indonesia. Semua negara berjuang untuk mengatasi virus corona. Namun tidak selebai China. Mereka sangat lebai sekali. Bahkan rumah sakit khusus virus corona dibangun, akan selesai tanggal 3 februari. Itu artinya hanya dua minggu saja selesai. Semua restoran yang menjual menu hewa liat di banned.

Berbeda dengan Indonesia. Dari tahun lalu kita sebetulnya kena wabah DBD. Tetapi tidak ada berita nasional dan internasional soal ini. Bandingkan dengan DBD CFR sekitar 3%. Padahal jumlah korban meninggal dunia akibat virus DBD di sejumlah daerah di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2018, Kemenkes hanya menerima laporan 6.800 kasus dengan angka kematian mencapai 43 orang. Angka tersebut melonjak tajam pada tahun 2019. Selama bulan Januari 2019, Kemenkes mencatat, 133 orang meninggal dunia dari jumlah total penderita DBD 13.683 orang. Itu yang tercatat. Yang tidak tercatat memang lebih dari itu. Tetapi orang indonesia biasa biasa saja. Tidak ada yang takut berlebihan.

Mengapa? Rakyat indonesia dan pemerintah memang jagoan. Engga takut mati. Kalau orang mati, bukan virus penyebabnya tetapi itu sudah kehendak Tuhan. Kalau ada bencana, disalahkan Tuhan. Azab dari Tuhan. Orang tidak protes apa penyebabnya dan juga tidak peduli resiko. Liat aja, teroris itu sangat menakutkan oleh seluruh penduduk dunia. Di Indonesia malah aksii teroris di Sarinah Thmarin jadi bahan tontonan. Bahkan kalau ada aksi teroris rame rame membela. Keren kan. Teman saya di china bilang “ Orang indonesia itu sangat bahagia. Mengapa ? karna engga takut mati.’ Teman saya dari Amerika bilang” orang indonesia itu hebat, hebat karena engga marah dimiskinkan. Orang hanya marah kalau agamanya diganggu. Selain itu mereka happy saja..” Bahkan percaya solusi hanya satu ” Abas next president”

Wuhan merupakan kota sebagai awal berjangkitnya wabah Coronavirus. Kali pertama saya berkunjung ke Wuhan tahun 1997. Saat itu usia saya 34 tahun sebagai agent dari green bank untuk memperbaiki lingkungan perkotaan. Green bank memberikan bantuan subsidi uang dan tekhnologi bagi negara berkembang untuk mengelola sampah kota. Mengapa Wuhan? Wuhan menjadi tempat tujuan saya untuk mendapatkan teknologi murah dan akrab lingkungan untuk pengolahan sampah menjadi energy listrik. Saya berharap ada kerjasama dengan Green Bank soal ini. Namun ketika saya berkunjung ke Wuhan University, saya terkejut. Ternyata mereka sudah punya program riset soal pengolahan sampah. Bukan hanya itu, tetapi juga sudah ada pilot proyek ukuran mini di Guangzou. Proyek itu dibiayai oleh universitas. Mereka mengajak saya ke Guangzou untuk melihat sendiri pilot proyek itu. Luar biasa.

Green Bank tanpa banyak berbelit menyetujui untuk memberikan dana riset lebih besar kepada Wuhan university. Empat tahun setelah itu, telah berdiri 8 pusat pengolahan sampai modern di Guangzhou. Sekarang, semua kota di China punya pusat pengolahan sampah secara modern dengan menghasilkan energi listrik bagi penduduk kota. Wuhan dikenal sebagai kota pusat Industri Berat dan Indutri Tekhnologi Tinggi. Dikota ini juga berdiri universitas terbaik di china di bidang Tekhnik dan rekayasa, yaitu Wuhan University. Yang menarik bahwa 90 % alumi Wuhan University menjadi agen pembaharu sebagai Wiraswata.

Motivasi dari para mentor kampus kepada mahasiswa bahwa mereka adalah elite terbaik yang dimiliki china untuk membangun china . Mereka harus menjadi pionir di semua bidang dan harus di garis depan memimpin perubahan china menjadi lebih baik. Di tangan para elite itulah harapan lebih 1 miliar penduduk China disandarkan. Motivasi ini memang berhasil. Sehingga alumni Wuhan merasa malu kalau tamat kuliah mereka bekerja sebagai pegawai. Apalagi ikut antrian jadi PNS. Status wiraswasta sama terhormatnya dengan jaket almamaternya. Walau karena itu mereka harus melewati kesulitan, penderitaan dan ketidakpastian.

Anda mungkin tahu hape merek Xiaomi. Ya itu adalah hape made ini China. Itu lahir dari almamater Wuhan University dari seorang Lei Jun. (lahir 16 Desember 1969, Xiantao, provinsi Hubei, Cina). Kini ia adalah chairman dan CEO Xiaomi Corp. Menurut Majalah Forbes, Lei Jun termasuk 55 orang terkaya di China. Xiomi hape urutan ketiga setelah Apple dan Samsung. Pada 2014 valuasi Xiomi lebih dari $ 46 miliar. Tahun 2018 mencatat sukses listing di Bursa New York. Setiap tahun Lei Jun menyumbang usd 36 juta ( Rp. 360 miliar) untuk program beasiswa di almamaternya. Kini Lei Jun menjadi salah satu elite partai Komunis China.

Saya sering berkunjung ke Wuhan. Di sini lah pusat industri alat berat China dan industri hulu yang menghasilkan jutaan industri hilir dari kelas menengah sampai Usaha kecil di Hobey ( Provinsi dari Wuhan) Wuhan kota industri dan juga kota pelajar bagi ratusan ribu insinyur di China. Sebagai kota industri, cara berpikir rakyat Wuhan sangat terbuka, Karenanya saya yakin Wuhan akan cepat recovery setelah prahara wabah Viruscorona. Walau tanpa dipungkiri banyak warga Wuhan yang ada diluar negeri tidak bisa pulang imlek karena Kota terisolasi dari dunia luar.

Banyak berita hoax megatakan bahwa coronavirus berasal dari Lab biologi China untuk senjata biologi. Menurut berita, lab yang ada di Wuhan yang bocor keluar. Ada juga berita itu katanya dari AS. Ini jelas berita sangat tidak masuk akal. China tidak sedang berperang dengan siapapun. Kalaupun ada trade war, China dalam posisi menang, bukan kalah seperti AS. Jadi apa untungnya bagi China membuat senjata biologi? Engga mungkinlah konspirasi politik. Mengapa? Kalau itu berasal dari China, engga mungkin berasal dari Wuhan. Karena Wuhan itu jantung industri China. Kalau Wuhan collapse maka collapse juga China. Kalau itu berasal dari AS, juga engga mungkin. Karena 90% industri High Tech AS ada di Wuhan. Kalau wuhan kena ya Industri AS seperti GE, dan lain lain yang memperkerjakan puluhan ribu ahli AS juga akan kena.

Masalah Coronavirus ini bukan hal baru. Ini sudah pernah terjadi berkali kali di China, yang beda hanya model virus. Tapi tetap berkisar soal flu aja..Hanya saja memang China itu sangat berlebihan kalau soal epidemi…padahal EFR atau rasio kematian terhadap penderita infeksi coronavirus itu hanya 0,08%. Lebih rendah dari virus DBD, yang 3%. Tetapi China akan bisa mengatasinya. Mereka sudah pengalaman menghadapi beragam bencana dan Tuhan selalu bela mereka. Mengapa ? mereka tidak mengeluh. Mereka focus kepada solusi. Sebagaimana sebelumnya, China akan menang melawan virus ini. Hikmahnya, karena virus itupula persatuan China semakin kokoh dan kebersamaan semakin erat. Rakyat semakin mencintai pemimpinnya.


Kemarin warga Sumbar dari GNPF berdemo depan hotel tempat menginap wisatawan asal China. Mereka kawatir Sumbar kena Corona virus. Menurut saya inilah akibat korban hoax. Coronavirus itu bukan penyakit mematikan seketika. Tingkat kematian karena coronavirus lebih kecil dibandingkan virus DBD. Dan lagi walau wisatawan bisa membawa viruscorona namun tidak akan menyebar di daerah tropik, seperti Indonesia. Mengapa?

Karena virus itu inactive ditempratur diatas 23 derajat celsius. Jadi virus itu pas melayang di udara dia akan mati dengan sendirinya. Berbeda dengan China yang tempratur sekarang dibawah 5 derajak celcius. Itu sebabnya Thailand, Malaysia dan negara ASEAN lain yang banyak orang China, tenang saja. Mereka welcome dengan turis China karena bawa duit. Engga ada tuh travel warning terhadap wisatawan china. Mengapa ? Tempratur negara ASEAN diatas 23 derajat celcius. Dan lagi virus itu hanya menyerang orang yang memang kondisi phisik tubuhnya lagi lemah, Kalau dalam kondisi kuat dan sehat, virus itu tidak efektif menginfeksi orang.

Coronavirus itu sama dengan virus Flu. Sampai kini belum ada obat atau vaksin anti Flu. Kalau anda berobat kedokter, dokter tidak memberi anda obat menghilangkan virus flu dari tubuh anda .Tetapi memberikan obat menigkatkan imune pada tubuh anda. Kalau sampai ada diberi antibiotik itu bukan membunuh virus flu tetapi mengobati dampak dari Flu seperi radang tenggorokan. Makanya penyembuhan efektif dari Flu itu adalah istirahat total agar tubuh dapat melakukan proses recovery, tentu dibantu dengan mengkonsumsi vitamin atau banyak minum air.

Nah apa yang dilakukan oleh pemerintah China, adalah memberikan imune kepada pasien terinfeksi virus corona dan sekaligus mengobati dampak dari adanya virus itu. Isolasi kota Wuhan bukan seperti di film Zombie. Itu hanya tranfortasi publik yang dihentikan. Mengapa ? itu memungkinkan orang ramai saling bersentuhan. Potensi penyebaran virus lebih cepat. Kalau Kota Wuhan sepi ya itu wajar saja. Bukan karena blokade kota tetapi memang mereka lagi suasana lebaran. Sama dengan dikita hari raya, Kota besar sepi sekali. Tidak seramai seperti hari biasa.

Saran saya kepada penduduk sumbar, engga usah baper dengan kehadiran wisatawan China. Itu bagus untuk menggerakan perekonomian daerah. Mereka datang, mereka bawa duit untuk belanja di objek wista dan makan nasi padang. Hanya saran saya, kalau ketemu engga usah sampai kiss wet mereka. Engga usah rangkul mereka dan jabatan tangan lama lama. Biasa saja. Terima mereka sebagai tamu, bukankah menghormati tamu adalah akhlak mulia.

Kepanikan
Richard Martinello professor penyakit menular di Yale School of Kedokteran, kata Business Insider mengatakan bahwa bagi orang-orang di AS, flu musiman memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. Setidaknya 15 juta orang Amerika terjangkit flu dalam empat bulan terakhir dan 20.000 telah meninggal sejak Oktober tahun lalu. Puncak musim flu datang antara Desember dan Februari, jadi yang terburuk masih bisa datang. Tetapi itu tidak dianggap berbahaya karena diakrapi oleh rakyat AS. Itu karena pemerintah AS mampu menjaga dampak buruk pemberitaan media massa dari penyakit musiman itu. Walau sebetulnya pemerintah AS berjuang mencari vaksi anti virus tersebut.

Berbeda dengan China. Walau virus corona telah menginfeksi lebih dari 9.700 orang dan membunuh 213. Padahal virus ini tidak mematikan seperti SARS, yang menewaskan 774 orang dari tahun 2002 hingga 2003. SARS memiliki tingkat kematian 9,6%, sedangkan virus corona hanya 2%. Banyak pasien dengan coronavirus telah membuat pemulihan penuh. Menurut pejabat Cina, sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah lanjut usia atau memiliki penyakit lain yang membahayakan sistem kekebalan tubuh mereka.

Hidup di dunia ini memang penuh resiko. Tapi ada yang aneh. Misalnya, 1 dari 7 orang AS terancam meninggal karena serangan Jantung. Tetapi menurut survei Universitas Chapman 2016 ketakutan mati karena teroris jauh lebih tinggi daripada penyakit jantung. Padahal rasio kematian karena terorisme 1 berbanding 45.808. Sama juga seperti wabah Ebola di masa lalu memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada SARS dan coronavirus baru: 25 hingga 90%. Di seluruh dunia, Ebola telah membunuh lebih dari 33.000 orang sejak 1976. Tetapi tidak seheboh virus SARS dan Corona.

Para ahli kesehatan masyarakat mengatakan bahwa sebagian besar, kepanikan terhadap coronavirus Wuhan di luar China tidak produktif dan tidak beralasan. Penyakit satu hal, dan kepanikan lain hal. Namun dampak terbesar bukan karena virus tetapi karena kepanikan itu. Dari sikap panik ini ongkos sosial dan ekonomi lebih besar. Semua bursa dunia jatuh dengan korban aset menguap triliunan dollar. Upaya recover economy yang sedang dilanda krisis akan semakin sulit. Bahkan orang kehilangan sifat spiritualnya dengan sikap rasis terhadap orang China, yang dianggap ancaman pembawa virus.

Lantas mengapa sampai terjadi kepanikan? Pertama, ia diidentifikasi dan ditentukan sebagai virus baru lebih cepat daripada sebelumnya. Seminggu setelah ditemukan, pihak berwenang Cina mengumumkan keseluruh dunia dan membagi contoh sample itu ke laboratorium di seluruh dunia. Dalam waktu satu minggu, urutan RNA dari virus tersebar di internet. Tujuannya agar masyarakat international waspada. Kedua, Namun berita itu bukan membuat orang memahami virus dengan tindakan sehari-hari seperti mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah, menjaga tubuh tetap sehat dengan konsumsi Vitamin, tapi justru berita yang beredar membuat orang banyak semakin bingung, menimbulkan kepanikan dimana mana.

Apalagi WHO telah mengumumkan keadaan darurat global dan tambah konyol lagi, media massa dan sosial media yang bebas menyebarkan apa saja tanpa memikirkan dampak psikologis. Amira Roess, seorang profesor kesehatan global dan epidemiologi di Universitas George Mason, mengatakan bahwa ketakutan tidak akan menghentikan penyebaran virus dan berdampak negatif terhadap sosial dan ekonomi. Ketakutan, panik yang berlebihan berawal dari ketidak tahuan. Apalagi sampai mengembargo bisnis dengan China. Itu tambah konyol lagi. China tidak akan ambruk karena itu. Mereka punya pasar besar, tekhnologi, SDA dan tabungan besar untuk bertahan hidup, negara lain punya apa ? Apalagi APBN bergantung kepada hutang.

Kekuatan China
Sejak pemerintah China mengumumkan kota Wuhan sebagai asal Coronavirus dan kota itu di isolasi dari dunia luar, keadaan memang terkesan mencekam. Tetapi bagi masyarakat China, khususnya Wuhan itu dianggap biasa saja. Propaganda massive dilakukan untuk memperingatkan Rakyat agar tetap tinggal di rumah, kalau ke luar rumah menggunakan masker dan hindari tempat kerumunan orang banyak. CCTV yang ada di setiap sudut kota dan tempat memonitor rakyat yang ada di jalanan. Peringatan lewat speaker yang tersedia disetiap sudut akan terdengar bila ada orang berjalan tanpa masker. Bahkan pemerintah China menggunakan Drone menjangkau pedesaan untuk memperingatkan rakyat yang keluar rumah tanpa masker. Saat inilah rakyat China tahu bahwa mata dan telinga pemerintah ada dimana mana. Dan itu nyata.

Lantas bagaimana mereka mendapatkan pasokan makanan dan kebutuhan hari hari? Bagaimana kehidupan ekonomi rakyat? Saat ini, lebih dari setengah output ekonomi China berasal dari sektor jasa, yang juga merupakan sumber lapangan kerja terbesar. Cina berada di zaman puncak 4G. Epidemi menghentikan mobilisasi besar-besaran orang, tetapi tidak menghentikan bisnis online. Itu karena jasa kurir tetap jalan tanpa libur. Walau banyak pabrik tutup namun pabrik yang membuat masker, obat obatan, bekerja 24 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Paramedis seluruh China tidak ada yang libur. Mereka berada di rumah sakit 24 jam. Saat inilah rasa persatuan senasip sepenanggungan sangat terasa.

Lewat internet dan media TV, otoritas kesehatan China memberitakan menit demi menit perihal wabah corona virus, termasuk berapa jumlah korban terinfeksi dan berapa yang meninggal. Termasuk juga berapa korban yang berhasil diselamatkan. Segala effort yang dilakukan pemeritah disampaikan secara terbuka. Walau pemerintah menyiapkan anggaran tak terbatas namun dukungan financial rakyat luas sekali. Di Provinsi Zhejiang saja, dalam hitungan kurang dari seminggu publik berhasil mengumpulkan donasi lewat online sebesar 1,2 miliar yuan (sekitar 173 juta dolar AS atau 2,2 triliun rupiah). Itu belum termasuk dana dari jutawan China yang tanpa diminta berlomba lomba memberikan bantuan financial. Persatuan mereka sangat kuat.

Cepat atau lambat, musim musim semi dan panas akan tiba, udara segar dan bebas virus akan akan datang. Karenanya di musim dingin, sangat penting bagi China untuk terus menerapkan langkah-langkah karantina yang ketat untuk menahan penyebaran virus yang renta di musim dingin. Mengapa? Agar setelah berakhir musim dingin, China bisa bangkit dengan kekuatan penuh tanpa meninggalkan masalah akibat wabah. China juga memperingatkan negara lain agar ikut membantu program karantina tersebut agar wabah virus ini tidak berdampak buruk secara global

Para ekonom umumnya setuju bahwa ekonomi Cina mungkin akan melambat pada kuartal pertama. Wabah koronavirus membuat perdagangan, pariwisata, dan sebagian manufaktur tertahan. Tapi China tidak seperti 17 tahun lalu. Kini ekonomi China jauh lebih besar. Dan lagi ekonomi China sudah berubah, dari mengandalkan pertanian ke Industri dan jasa, yang didukung oleh tekhnologi 4G. Cina memiliki kekebalan dan ketahanan yang lebih kuat untuk mengimbangi hambatan eksternal seperti gesekan perdagangan, dan kemunduran internal seperti wabah coronavirus. Buktinya tidak ada satupun PMA di China yang berniat hengkang karena adanya virus ini. Cina masih merupakan pasar besar bagi AS dan Dunia. Jika ekonomi Tiongkok kena flu, ekonomi Dunia akan menderita demam.

“Seperti kata pepatah Tiongkok kuno, setiap orang bertanggung jawab atas nasib negaranya. Pada saat yang kritis ini, kita harus melakukan pekerjaan kita dan membantu bangsa kita sebanyak yang kita bisa.” Waktu akan membuktikan bahwa anti Cina akan salah lagi. Cina akan muncul lebih kuat setelah melalui krisis, karena kepemimpinan pusatnya yang efektif, fundamental ekonomi yang kokoh, penguasaan teknologi, dan praktik yang teguh dari prinsip selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Epidemi yang tak terduga akan menjadi saksi ketahanan negara dalam menghadapi krisis langka ini. Tetapi epidemi pada akhirnya akan berakhir, sama seperti musim dingin akan memudar. Semoga kita bisa menarik hikmah dari cara China menghadapi krisis.

Ketergantungan terhadap China.
Pada 2016 jumlah pelancong China yang berlibur di berbagai negara mencapai angka 135 juta orang. Sementara itu, China Tourism Academy memperkirakan orang China yang berlibur ke luar negeri meningkat 5 persen per tahun. Kalau masing masing wisatawan belanja di luar negeri USD 1000 saja. Maka hilangnya pemasukan industri pariwista dunia mencapai USD 13, 5 Triliun atau sama dengan 10 kali PDB negara kita.

Indonesia masuk peringkat 10 besar negara tujuan wisatawan Tiongkok. Tahun 2018, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menarik 2,6 juta wisatawan Tiongkok. Karena coronavirus, semua kunjungan wisata dihentikan. Bayangkan berapa kerugian negara lain atas bencana viruscorona. Tanyalah kepada pengusaha di Bali, gimana dampaknya.

Permintaan minyak dari China disebut-sebut telah merosot sekitar tiga juta barel per hari, atau 20 persen dari total konsumsi, akibat dampak virus corona (coronavirus) terhadap perekonomian. Penurunan ini mungkin merupakan guncangan permintaan terbesar yang dialami pasar minyak sejak krisis keuangan global tahun 2008 hingga 2009, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (3/2/2020).

Maklaum China adalah importir minyak nomor 2 terbesar di dunia, sehingga setiap perubahan konsumsi memiliki dampak yang sangat besar pada pasar energi global. Harga minyak bisa terjun bebas. Makanya kondisi tersebut mendesak kartel OPEC untuk mempertimbangkan pertemuan darurat untuk memangkas produksi dan menghentikan penurunan harga. Kalau engga, bisa suffering negara produsen minyak. Apalagi sebelumya sudah painfull akibat harga jatuh. Mengakibatkan neraca defisit.

Karena tidak ada satupun industri negara lain yang tidak terhubung dengan China, maka dampak global dirasakan di pasar uang dan modal. Semua indek bursa jatuh. Bahkan Indonesia sudah keluar dari zona 6000. Sekarang sudah berada di level 5000. Ini terburuk sejak tahun 2016. Rupiah menguat, itu bukan karena fundamental ekonomi kita menguat tetapi mata uang global melemah. Kalau mau hitung terbuka, mungkin triliiunan asset menguap di bursa akibat harga dan mata uang jatuh. Yang dahsatnya adalah penurunan terbesar di Eropa, Jepang yang merupakan proxy AS. Sementara AS sendiri sudah duluan terjerembab ke level negatif bursanya. Ini bisa saja mengulang krisis 2008 akibat efek domino.

Wabah Virus corona seakan sinyal kepada dunia bahwa jangan main main dengan China. Anda tidak terlalu kuat untuk menekan China kecuali jalan kemitraan adalah terbaik untuk dunia yang lebih baik.


China di tengah perang Virus corona
Terkait wabah virus corona, WHO telah menetapkan status darurat global, sejumlah negara menerapkan larangan kunjungan bagi pelancong yang telah berkunjung ke China. Ada 29 Negara diantaranya adalah Jepang, Singapora, Rusia, Australia, Canada, Mesir, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Kenya, Mongolia, Maroko, New Zealand, Belanda, Korsel, Oman , Pakistan, philipina, Qatar, Rwanda. Spanyol, Taiwan, Tanzania, Turkey, UK, US, Vietnam, Indonesia. Bukan hanya larangan wisatawan China masuk, tetapi juga larangan terbang ke dan dari China serta menghentikan aturan bebas Visa wisatawan.

Bagi China itu tidak ada masalah. Karena sudah sesuai aturan dari WHO, dan memang China inginkan agar virus itu tidak berdampak global. Bila negara lain larangan terbatas hanya khusus untuk penerbangan ke dan dari Wuhan namun Indonesia berlaku bagi seluruh China. Bagi Indonesia larangan itu juga berkaitan dengan perdagangan khususnya makanan dan minuman, dan Larangan terbang ke China dan dari China termasuk pesawat cargo, jelas tidak bijak dan ini tidak sesuai dengan WHO.

China tidak bisa berbuat banyak. itu hak Indonesia sebagai negara berdaulat. China juga maklum bahwa setiap negara punya standar sekuriti berbeda satu sama lain. Apalagi Indonesia negara yang luas dengan populasi besar , tentu sangat berbahaya kalau terjadi penyebaran virus Conona. Ongkos recovery nya akan mahal sekali. Indonesia sudah bersikap dan itu menjadi catatan bagi China. Politik memang begitu. Tidak ada sahabat sejati yang ada kepentingan.

Sejak wabah 2019-nCoV, beberapa tim peneliti di bawah the Chinese Academy of Sciences (CAS) yang dipimpin oleh WIV ( the Wuhan Institute of Virology) telah melakukan penelitian pada lima aspek, termasuk alat deteksi cepat, obat antivirus dan vaksin, penelitian keterlacakan hewan sumber virus, serta penelitian etiologi dan epidemiologi. Peneliti Cina telah menemukan tiga obat dengan efek penghambatan yang cukup baik pada coronavirus baru (2019-nCoV) di tingkat sel. Tiga obat tersebut adalah Remdesivir, Chloroquine dan Ritonavir.

Disamping sebelumnya Universitas ShanghaiTech di bawah Chinese Academy of Sciences sudah menemukan 30 obat herbal yang aktif secara biologis memiliki efek terapi pada coronavirus novel. Disamping itu ada lagi 12 obat anti-HIV seperti Indinavir, Saquinavir, Lopinavir dan Carfilzomib, dua obat virus anti-pernapasan syncytial, obat anti-skizofrenia, obat meningkatkan kekebalan tubuh, serta obat-obatan tradisional Cina termasuk Polygonum cuspidatum.

Sampai dengan selasa kemarin sebanyak 632 pasien yang terinfeksi coronavirus baru dinyatakan sembuh dan dibolehkan keluar dari Rumah Sakit. Saat sekarang ada 20.438 kasus infeksi coronavirus yang telah dikonfirmasi di 31 wilayah tingkat provinsi. Yang meninggal sebanyak 425 atau 2% dari total kasus. Ditargetkan dua minggu kedepan semua sudah bisa diatasi. Orang sudah mulai masuk kerja dan beraktifitas secara normal disaat musim semi tiba. Bursa china pada hari selasa kemarin sudah rebound walau masih dibayangi wait and see pasar. Namun arahnya sudah positip.

Sejak pertemuan di Abudhabi, hubungan Indonesia dengan Arab dan AS semakin dekat. Bandul politik luar negeri condong ke Washington. Itu juga hak Indonesia. China tidak bisa berbuat banyak. Yang jelas kebijakan politik Indonesia akan sengat kekanan bersama proxy AS , termasuk sikap lunak untuk meng evakuasi ex combatan ISIS ke tanah air. Dan memberikan angin kepada ABAS dan para proxy AS untuk menguasai panggung politik 2024.

Ekonomi Indonesia dan virus corona
Sri Mulyani mengatakan, kinerja ekspor Indonesia bakal terpengaruh akibat adanya wabah virus corona. Pasalnya, China merupakan salah satu negara utama tujuan ekspor RI. “Tapi rasanya kuartal I mungkin akan sangat sulit. Dan itu nanti pengaruhnya kepada seluruh dunia termasuk Indonesia dari mulai jalur tourism, harga komoditas, dan ekspor secara umum juga akan terganggu,” ujar Ani. Ini pernyataan Ani yang secara terbuka mengisaratkan bahwa ekonomi indonesia menghadapi ancaman serius.

Saya dapat konfirmasi dari direksi saya dari minggu lalu. Semua ekspor Ikan ke China terhenti. “ Mau ekspor gimana? pesawat cargo juga dilarang terbang ke China. “ Bukan itu saja, industri pengalengan ikan yang biasa mendapatkan ikan beku dari China juga terancam berhenti produksi. Banyak industri yang butuh bahan baku penolong ( linked product ) dari China, juga sudah mulai kawatir. Karena stok mereka rata rata udah menipis. Yang sudah habis stok terpaksa berhenti produksi. Ancaman PHK akan terjadi. Belum lagi harga komoditas utama Indonesia akan jatuh. Karena China menjadi pemicu harga naik atau turun atas komoditas global. Yang jelas harga minyak sudah duluan anjlok.

Pariwisata yang merupakan industri dengan tingkat tradeble tinggi , juga anjlok. Menurut Pak Binsar, “ Sudah sekarang itu dilarang, nggak ada yang datang (turis China). Lebih parah lagi sekarang, Bali itu sepi. Singapura itu sekarang sepi. Kita Manado habis, Bintan juga nggak ada sama sekali “. Kita kehilangan 1,7 juta wisatawan asal China. Hampir semua industri perhotelan dan penerbangan itu dibiayai dari kredit bank. Kalau sampai pendapatan menurun itu akan berdampak kepada meningkatnya NPL. Ini akan semakin renta ekonomi nasional kita.

Padahal kinerja ekpor kita tahun lalu anjlok. Terjadi defisit neraca perdaganan sepanjang tahun 2019. Kitapun mengalami defisit primer terparah. Upaya recovery economy lewat kebijakan ditumpukan kepada adanya Omnibus Law. Tetapi sampai kini pengesahatan omnibus law terus tertunda. Pemerintah berharap penyeimbang menurunnya ekpsor dan dampak dari virus corona adalah kebijakan investasi tahun lalu di sektor property dan kontruksi. Yang jadi permasalahan adalah darimana duitnya. Hampir semua BUMN rata rata sudah melewati ambang batas DER, yang sulit menarik dana perbankan. Belum lagi pasar uang regional dan global sedang terpuruk semua, yang tidak mungkin bisa menyerap obligasi korporat.

Realisasi bantuan dari Abudhabi dan AS untuk investasi ratusan triliun kini masih terkendala regulasi soal pembentukan sovereign wealth fund sebagai skema pembiayaan. Investasi dari China jelas sulit terealisir. Bencana wabah virus corona bukan hanya melanda China, tetapi ini melanda dunia. Apalagi dunia sedang suffering akibat krisis trade war. Kepedulian kita terhadap China adalah kepedulian terhadap diri kita sendiri. Apalagi negara terjebak dengan hutang, sangat renta dengan penurunan ekonomi. China memang painfull akibat virus corona ini namun mereka memiliki tabungan besar dan sumber daya yang tak tergantung dari dluar. Itu sangat mudah melakukan economy adjustment. Tetapi dunia termasuk Indonesia akan menderita karena beban hutang dan tipisnya tabungan untuk bertahan ditengah badai krisis akibat virus corona ini.

Saya berdoa kepada Tuhan, agar virus corona ini bisa selesai sebelum berakhirnya musim dingin dan ketika masuk musim semi aktifitas kembali normal. Dunia bisa kembali berbenah dan kebijakan terhadap China khususnya pariwista dan perdagangan kembali dibuka. Mengapa ? Tidak ada politik kekuasan bisa bertahan di tengah resesi, dan ini harus menjadi keprihatinan kita, agar semua baik baik saja. Lain halnya kalau berharap negara ini tumbang agar khilafah bisa berkuasa.

China mendapatkan hikmah.
Kemarin sore saya chatting dengan teman di China. “ Trump mengingatkan kepada pengusaha AS agar memindahkan investasinya dari China ke AS. Karena dianggap China tidak ada aman untuk kesehatan akibat virus corona. Ada juga pihak luar mengatakan bahwa wabah virus corona ini cara Tuhan menghukum China karena idiologi komunisme. Ada juga karena perang dagang, China jadi korban perang senjata kimia. Begitu banyak hal negatif tentang China. Tapi tidak kami sikapi berlebihan. Tidak membuat kami mengutuk pemerintah AS. Tidak membuat kami tersinggung kepada orang yang bilang kami sedang di hukum Tuhan. Tidak membuat kami lemah karena perang dagang, dan paranoid menyalahkan orang lain. Tidak.!

Justru karena itu kami harus mengubah sikap kami. Investasi berlebihan pengusaha AS di China seyogianya harus dikurangi. Kami akan bisa menerima kebijakan pemerintah menerapkan pajak lebih tinggi terhadap investor asing. Pada waktu bersamaan upah buruh akan dinaikan berlipat. Agar pengusaha asing yang hanya mengandalkan upah murah sebaiknya pulang ke negera asalnya. Itu lebih baik untuk menciptakan keseimbangan ekonomi dunia. ikut aktif dalam kemakmuran dunia. China akan focus kepada investasi yang berkualitas tinggi dibidang high tech dengan SDM berkualitas.

Kami tidak mau ikut dalam polemik soal azab Tuhan seperti teologi agama lain. Kami hanya tahu bahwa setiap bencana adalah pesan cinta dari Tuhan, agar kami berubah menjadi lebih baik. Sudah saatnya kami kembali ke akar budaya sebagai masyarakat egaliter dan membuang sikap mental hedonisme dan individualisme akibat dari kapitalisme. Kami harus lebih aktif dalam perjuangan kemanusiaan dalam memerangi penyakit menular. Menemukan obat dan vaksi virus yang bisa diproduksi massal dengan harga murah. “ katanya. Saya termenung. Pendapat yang kaya hikmah.

Orang bisa tenang dan selalu berpikir positip karena dalam dirinya ada Ilmu hikmah. Bagi orang yang sudah diberikan Tuhan ilmu hikmah, dia selalu melihat peluang berubah disetiap kesulitan. Dia dengan mudah bisa menemukan cara cara praktis dan genial untuk menjadikan kesulitan dan tantangan sebagai peluang untuk berubah menjadi lebih baik karena waktu. Untuk mendapatkan ilmu hikmah itu, memang engga mudah dan pasti engga gratis. Kadang harus merasakan sakit tak tertanggungkan. Tidak semua orang bisa lulus mendapatkannya. Mengapa ? karena bila kesulitan datang dia sibuk menyalahkan orang lain dan lebih banyak meratapi nasip di hadapan Tuhan lewat doa siang dan malam. Tetapi setelah itu tidak ada perubahan membuatnya lebih baik. Jadi apa sesungguhnya ilmu hikmah itu? adalah ketika kamu kembali ke pada Tuhan dengan prasangka baik. Semuanya kembali antara kamu dan Tuhan saja untuk cinta adalah cinta. Maka output nya hanyalah kebaikan.

BIsnis di balik Virus Corona
Di tengah suasana kekawatiran akan wabah virus corona, di tengah berita media massa ya ba’ air bah memberitakan apa saja tentang virus corona, dengan implikasi rasis terhadap China, ekonomi dunia limbung, minggu lalu AS mengumumkan bahwa mereka telah ditemukan obat anti virus corona, Hal ini tertuang dalam New England Journal of Medicine (NEJM) pada 31 Januari 2020. Bahwa pasien pertama yang didiagnosis Corona Wuhan” di Amerika Serikat terlihat membaik dan tidak memperlihatkan adanya efek samping setelah diberikan “Remdesivir” , yakni sejenis obat percobaan virus Ebola dari perusahaan farmasi Gilead Science. Dan AS menawarkan bantuan memberikan obat itu kepada China.

Tetapi pada tanggal 4 februari 2020. Institut Virologi Wuhan dari China Academy Sciences mengumumkan hasil penelitiannya, bahwa ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-radang paru-paru atau pneumonia Wuhan dan telah mengajukan paten. Pada 16 februari obat fapilavir untuk melawan virus corona baru yang menyebabkan penyakit COVID-19, buatan China sudah dipasarkan.

KIta semua tahu, wabah flu burung, kasus kematian terbanyak di Indonesia. AS dengan hegemoninya membuat lab di Indonesia dan mengambil sample virus dan dari sana lahir paten obat flue burung. AS mendulang uang dan indonesia sebagai pasar dan sumber penyakit. Dulu SARS terjadi di Hong Kong, AS juga mengirim team ahlinya, Obat ditemukan dan AS yang punya paten nya. Ada MERS di Timur Tengah, team lab AS datang, obat anti virus ditemukan, dan AS dapat patennya. Ebola menjangkit Afrika, tim lab AS datang, Vaksin ditemukan. Paten milik AS. Laba triliunan mengalir ke AS. Tapi untuk virus Corona, AS tidak bisa bebas. China lockdown guna menghindari intervensi asing. Sehingga hanya peneliti China yang berhak mendapatkan paten dari obat itu.

Tanggal 23 Februari 2020, rencananya kota kota China akan dibuka kembali dan orang kembali beraktifitas seperti biasa. Tiga bulan terpanjang dan mencekam bagi rakyat China dan juga dunia. Ternyata itu hanya bisnis. Ini akan membuat China leading di bidang riset virus, ya sama seperti microsoft raja software computer. Setiap saat akan ada update virus dan obat baru diciptakan, dan pasar tercipta, ketergantungan meluas. Cara bertarung untuk menjadi raja di bidang Pharmasi dengan pasar yang mendikte, buy or die! No another alternative objection ( NATO).

Jangan lebay
Tadi saya ada meeting di Grand Hyatt dengan pejabat Bank dan direksi BUMN. Waktu mau masuk loby petugas sekuriti mengeluarkan alat seperti senjata laser yang diarahkan ke kening saya. Di alat itu tertera tempratur tumbuh saya. Kalau panas, maka saya dilarang masuk. Dengan tersenyum ramah sekuriti hotel mengizinkan saya masuk lewat gate detektor. Setelah usai meeting saya menuju loby basement untuk beli cairan semprot antiseptik. Tetapi semua toko obat, habis stoknya. Saya mampir ke Supermarket. Mau beli jahe. Ternyata habis. Saya perhatikan antrian sangat panjang orang borong apa saja. Hari ini seluruh super market banjir duit. Ada kepanikan. Mereka korban sosial media.

Gubernur DKI Abas menyetop sementara seluruh izin keramaian di Ibu Kota karena khawatir akan penyebaran virus corona (covid-19). Entah apakah larangan itu termasuk aksi demo 6 Maret ke kedutaan India yang akan dilakukan oleh FPI dkk. Katanya akan bawa massa ramai. Walikota Depok akan meliburkan semua sekolah, dan minta warga berhenti merokok. Semua terkesan peduli tetapi sebetulnya memancing kepanikan. Menyiratkan bahwa wabah virus corona sudah menyerang Indonesia, dan harus melakukan tindakan luar biasa seperti China lakukan. Menurut saya itu lebay.

Mengapa ?

Karena tidak ada satupun negara di dunia ini yang mampu melakukan sepeti China lakukan dalam memerangi virus corona. Tidak ada. Kalau ada, pasti bangkrut negara itu atau riots. Lantas apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah? adalah mengikuti standar WHO. Caranya mengawasi ketat pintu gerbang bandara. Pastikan tidak ada orang terkena virus yang masuk. Sediakan semua fasilitas kesehatan sesuai standar WHO. Sediakan fasilitas karantina. Lakukan langkah peringantan lewat edukasi kepada masyarakat agar menjauhi tempat keramaian, menjaga kebersihan dan kesehatan. Memastikan mereka yang dicurigai terpapar untuk mau datang ke RS diperiksa atau di karantina, baik di rumah atau di tempat yang disediakan pemerintah.

Pemeritah pusat patokannya adalah WHO dan Jokowi sudah pastikan bahwa kita sudah mengikuti standar WHO, termasuk larangan terbang dari dan ke China. Anggaran prioritas penanggulanan Virus juga sudah disediakan lewat APBN. Apalagi? janganlah Cina dijadikan standar. Itu lebay namanya, dan mengada ada. Apakah inginkan negeri ini chaos karena issue virus corona? Jahat sekali. Patuhlah kepada aturan Pusat yang mengikuti standar international.

Panik?
Saya tanya teman saya di China, soal penyebaran virus terhadap orang Indonesia yang positip terinfeksi. Menurut dia, ketika orang terpapar virus corona, ada proses inkubasi selama 2 minggu. Selama itu tidak bisa dideteksi apakah orang itu kena virus atau tidak. Di China juga tidak bisa. Belum ada alatnya. Itu sebabnya kota di lockdown, agar memastikan selama masa inkubasi tidak terjadi penyebaran lebih luas. Itu sebabnya orang indonesia yang dievakuasi dari wuhan hanya dikarantina dan menanti selama 14 hari untuk mengetahui apakah orang itu terinfeksi atau tidak.

Bagaimana penyebaran virus selama proses inkubasi ? Penyebaran hanya mungkin terjadi bila kontak sangat dekat dengan yang terpapar. Sangat dekat itu ukurannya adalah memungkinkan air liur atau cairan yang terpapar masuk langsung ke dalam tubuh orang lain. Itu bisa macam macam penyebabnya. Dalam kasus korban virus corona yang ada di Indonesia tertular dari wisatawan Jepang, itu bisa saja si Jepang masih dalam tahap terpapar. Korban yang tertular pasti sangat dekat dengan si Jepang itu. Closed to closed. Kalau tidak terlalu dekat, engga mungkin tertular.

Kalau si Jepang itu masuk Indonesia sudah terinfeksi jelas engga mungkin. Mengapa ? sudah pasti gagal terbang. Dia engga bisa lolos dari bandara keberangkatan. Setiap bandara sudah ada alat detektor untuk mengatahui orang terinfkesi atau tidak. Dan lagi mana mau airline ambil resiko izinkan orang terbang dalam kondisi terinfeksi. Orang itu harus masuk rumah sakit segera untuk proses pengobatan.

Megapa ? Kalau sudah terinfeksi atau sudah lewat proses inkubasi namun belum parah, penyebaran bisa dari udara ( Cuaca dingin), bisa juga dari cairan korban yang nempel di lift, escalator, korsi, dan lain lain, kemudian tanpa disadari tersentuh orang lain. Terjadilah penularan kalau orang bersangkutan lupa cuci tangan. Makanya penting sekali, kalau orang sudah terinfeksi untuk segera sadar diri mendatangi rumah sakit agar diobati. Kalau tetap di rumah, anda membahayakan orang tercinta anda. Kalau keluyuran mengorbankan orang lain. Dan kalau akhirnya anda terinfeksi, sebelum parah, maka ingatkan teman yang sangat dekat dengan anda, agar dia berhati hati, dan segera pula ke RS. Itu cara bijak.

Tapi engga usah panik, kata teman saya. China sudah menemukan obat efektif menyembuhkan virus corona. Saat sekarang obat itu sudah diuji coba dengan pasien virus corona, dan hasilnya luar biasa. Sekarang sudah ribuan yang sembuh, dan pemerintah China berkeyakinan perang terhadap virusC mendekati korban nol. Itu sebentar lagi. Berbagai alat preventif dan herbal menangkal virusC sudah ditemukan dan harganya murah. China pasti akan bantu Indonesia dan negara lain. Kita bersaudara. Cukuplah kami yang merasakan derita berat. Jangan negara lain. Vietnam sudah bisa menyembuhkan semua pasien VirusC. Indonesia pasti bisa, tetap berpikir positip dan jangan panik. Kata teman.

Kelas menengah rentan
Ketika melihat antrian panjang di supermarket dan stok masker habis, bahkan diburu dengan harga selangit, itu menunjukan kepanikan kelas menengah. Itu lebih bahaya daripada kelas bawah. Mengapa ? Karena keresahan kelas menengah jauh lebih dahsyat danpaknya secara ekonomi daripada kelas bawah. Anda perhatikan. Issue dua pegawai PT. Telkom suspect Corona telah membuat saham Telkom jatuh hari ini. Dua pasien yang positif corona pernah berobat ke RS Mitra Keluarga, berdampak jatuhnya saham Mitra keluarga di bursa.

Saya merasakan hari ini cafe berkelas yang biasanya rame sekarang sepi pengunjung. Bahkan kemarin restoran china favorit saya di bilangan kota tutup. Kerena sejak diumumkan ada korban confirmed virus tidak ada lagi booking table. Mitra saya di bisnis travel bilang bahwa terjadi pembatalan ticket wisata cukup signifikan. Walau pemerintah memberikan stimulus ekonomi dengan diskon tarif wisata. Itu tidak ada manfaatnya. Karena kelas menengah kita bukan orang doyan diskon. Merekq butuh rasa aman dan nyaman untuk memanfaatkan leisure time mereka.

Entah bagaimana kelas menengah kita, mengapa mereka rentan sekali dengan issue berkaitan wabah penyakit. Padahal mereka Well Educated dan punya akses informasi yang luas untuk mengetahui hal yang sebenarnya. Tapi sedikit tersibak dari WA group teman, yang sering sharing informasi, berkategori hoax tentang Virus corona di china. Mereka percaya begitu saja. Capek saya menjelaskan dan share tulisan saya untuk counter hoax itu namun tidak bisa mengubah persepsi mereka. Itu karena panik. Padahal semua tahu, Panicking by yourself is the same as laughing alone in an empty room. You feel really silly.

Kelas menengah itu berada di bursa, di BUMN, di level market maker atas semua aktifitas bisnis. Apalagi kepala Daerah seperti Abas yang lebai, dampaknya sangat buruk bagi ekonomi DKI. Semua tahu 2/3 uang beredar di jakarta. Kalau jakarta lumpuh dampaknya terhadap ekonomi nasional sangat signifikan. Saya masih membayangkan dua tempat club yang masuk pantauan pemerintah, mungkin sebantar lagi karyawan nya akan jobless. Saya yakin kalau issue wabah korona ini terus bergulir tanpa terkendali, ekonomi domestik bisa runtuh, yang korban adalah rakyat kecil. Kelas menengah tetap aman. Mereka punya tabungan dan rumah dan kendaraan engga nyicil.
Semoga elite politik menyadari masalah ini. Jangan cari keuntungan politik dari issue virus corona ini, karena kita engga sekuat china yang bisa bermanuver politik diatas wabah untuk memperkuat kekuasaan partai.

China winter
Amerika punya kebijakan soft power menghadapi rezim di Timur Tengah yang tidak patuh dengan kebijakan luar negerinya. Soft power itu diperkenalkan oleh Obama, yang melahirkan gelombang aksi demontrasi besar besaran menjatuhkan rezim yang berkuasa. Itu dikenal apa yang disebut dengan Arab Spring. Sahabat saya analis investasi di Hong Kong punya pendapat agak sama dengan itu untuk China. Namanya China winter. Tujuannya adalah menggoyang Ekonomi negara yang pro kepada Amerika dalam Trade War, sekaligus menciptakan shock di jantung kapitalis Wallstreet dan London.
Apa yang disebut dengan China Winter? menciptakan propaganda kolosal terhadap virus corona, yang diawali pada puncak Winter di China. Itu tidak datang mendadak tetapi by design dilaksanakan. Mengapa dipilih winter ? karena saat itu terjadi arus orang kota ke desa yang luar biasa besarnya untuk mengisi liburan nasional selama dua minggu. Saat kota Wuhan di lockdown dalam rangka karantina di rumah, rakyat China panik. Pada waktu bersamaan pemerintah China memberikan secara detail turunan gonom dari virus corona itu ke WHO dan pusat Lab virus di AS dan Eropa. Sehingga secara medis dapat dipahami sebagai wabah, bukan hanya China terancam tapi dunia.

Secara ilmiah sulit dipahami bagaimana secepat itu China bisa memberikan detail virus itu pada saat diumumkan Lockdown kota Wuhan? Tapi orang tidak melihat kesana. Kepanikan secara ilmiah terjadi dan mendunia , menjadi kepanikan rasional. Informasi bias dari berbagai media massa semakin menciptakan kepanikan dunia. Orang mulai kehilangan harapan. Bursa saham di seluruh dunia jatuh. Tapi menurut data teman saya, terjadi aksi beli saham di bursa Hong Kong, China, London, AS, justru datang dari SPC yang terhubung dengan China Investment Corporation. Mereka membeli saham disaat harga jatuh. China sukses. Mereka tidak menciptakan virus tetapi menciptakan panggung berskala kolosal untuk memukau dunia dan menciptakan panik, dan membuktikan mereka negara besar untuk jadi pemenang.

Kabut propaganda itu mulai tersibak di saat bursa London dan wallstreet mulai reabond setelah tanggal 23 Februari China kembali mengizinkan Pabrik mulai produksi. Puncaknya awal maret kota Wuhan sudah tidak lagi masuk siaga satu. Salah satu RS yang dibangun khusus untuk korban virusC, sudah tidak lagi berfungsi karena sudah diatas 50% bisa disembuhkan. Dalam waktu dekat angkanya akan mendekati nol korban VirusC. Lantas apa yang terjadi kemudian? negara Eropa dan AS yang ekonominya digerakan oleh kelompok 500 fortune, kini sebagian besar sahamnya sudah pindah ke group CIC. Kalau China sudah jadi pemegang saham pengedali, maka kebijakan politik AS dan Eropa juga sudah dalam kendali China. Maklum walau mereka segelintir namun sumbangan pajak mencapai 60%. Money talk everything.

Setidaknya karena adanya wabah VirusC, China mendapatkan keuntungan. Persatuan bangsa semakin kokoh dan citra PKC semakin meningkat. Pada waktu bersamaan China akan leading dalam mengarahkan kebijakan dunia yang lebih damai atas dasar kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan. Kita bersyukur punya menteri kesehatan berlatar belakamg militer. Tentu dia sangat paham yang disebut dengan perang geopolitik dan geostrategis dalam dunia militer, menggunakan wabah sebagai serangan melemahkan mental bangsa. Caranya menyikapi wabah virusC di China dengan relax, bukan tanpa alasan. Orang anggap dia menyederhanakan masalah. Tetapi memang masalahnya sederhana kalau kita tidak panik. Kalau kita panik, ekonomi melemah, ketergantungan kita pada Asing semakin besar. Mau? be smart lah.

Penulis : Erizeli Bandaro

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here